Tahun āYobelā dalam tradisi Yahudi adalah Tahun kelimapuluh dan pelaksanaannya berdekatan dengan perayaan Tahun Perdamaian. Tahun Yobel identik dengan pembebasan para budak, dan pembebasan hutang (Bdk. Imamat, 25).
Pada Tahun 1470 Paus Paulus II mengubahnya menjadi perayaan setiap 25 tahun meskipun Paus dapat mengadakan Tahun Yubileum Luar Biasa, seperti pada Tahun Kerahiman. Dalam tradisi Katolik, Tahun Yubileum merupakan waktu untuk pembaruan spiritual, penebusan dosa, dan perbuatan amal kasih.
Mengapa harapan tidak pernah mengecewakan? Karena harapan menawarkan kepastian akan kasih Tuhan. Harapan akan menjadi teman perjalanan bagi umat beriman untuk berjumpa dengan Kasih Tuhan dalam perjuangan kehidupan sehari-hari.Kita juga diundang untuk mewujudkan harapan itu kepada saudara/i kita yang membutuhkan pertolongan. Paus Fransiskus mengajak: āKita harus menyelidiki tanda-tanda zaman dan menanggapi persoalan yang ada sebagai tanda-tanda harapan yang harus diperjuangkanā
Logo Tahun Yubileum 2025 dirancang olehGiacomo Travisani dari Italia
Empat sosok yang memegang salib mewakili umat manusia dari empat penjuru bumi yang berpelukan, melambangkan kesetiakawanan dan persaudaraan.
Jangkar yang terbentuk dari bagian bawah salib yang memanjang menjadi simbol harapan di tengah tantangan hidup. Jangkar merupakan metafora harapan, seperti jangkar cadangan yang digunakan kapal-kapal dalam keadaan darurat.
Perjalanan peziarah tidak bersifat perorangan, melainkan komunal,dengan tanda-tanda dinamis yang semakin berkembang menuju salib
Salib yang membungkuk ke arah umat manusia menyiratkan bahwa umat manusia tidak ditinggalkan sendirian.
Merupakan cara untuk merenungkan makna menjadi peziarah harapan
Bapa yang ada di Surga,
semoga iman yang telah
Engkau anugerahkan kepada kami
dalam Putra-Mu, Yesus Kristus,
saudara kami, dan nyala api cinta kasih
yang dicurahkan ke dalam hati kami
oleh Roh Kudus, membangkitkan
pengharapan yang mulia akan
kedatangan Kerajaan-Mu
di dalam diri kami.
Semoga rahmat-Mu mengubah kami
menjadi penabur-penabur yang gigih
akan benih- benih Injil yang
menghidupkan umat manusia dan
seluruh alam semesta
dalam penantian yang penuh iman
akan Surga dan Bumi baru,
ketika mengalahkan kekuatan jahat,
kemuliaan-Mu akan dinyatakan
untuk selama-lamanya.
Semoga rahmat Tahun Yubileum ini
menghidupkan kembali dalam
diri kami, para peziarah pengharapan,
kerinduan akan harta surgawi, dan
curahkanlah bagi seluruh dunia,
sukacita dan damai dari
Sang Penebus kami. Bagi-Mu, ya Allah
yang Mahakuasa, pujian dan kemuliaan
sepanjang segala masa.
Amin.
Father in heaven,
may the faith you have given us
in your son, Jesus Christ, our brother,
and the flame of charity enkindled
in our hearts by the Holy Spirit,
reawaken in us the blessed hope
for the coming of your Kingdom.
May your grace transform us
into tireless cultivators of the seeds of the Gospel.
May those seeds transform from within
both humanity and the whole cosmos
in the sure expectation
of a new heaven and a new earth,
when, with the powers of Evil vanquished,
your glory will shine eternally.
May the grace of the Jubilee
reawaken in us, Pilgrims of Hope,
a yearning for the treasures of heaven.
May that same grace spread
the joy and peace of our Redeemer
throughout the earth.
To you our God, eternally blessed,
be glory and praise for ever.
Amen.
Dirancang oleh pendiri Tokidoki, Simone Legno.
Luce (Italia: 'Cahaya') adalah maskot resmi dari Yubileum 2025.
Ia mewakili seorang peziarah Katolik.
Ia memiliki rambut biru dan mengenakan jaket hujan kuning, yang mengacu pada bendera Vatikan
Luce and Friend adalah simbol āperjalanan melalui badai kehidupanā.
Ia membawa tongkat, yang bermakna āziarah menuju keabadianā.
Ia memakai sepatu bot berlumuran lumpur untuk melambangkan āperjalanan yang panjang dan sulitā.
Matanya yang bersinar digambarkan sebagai āsimbol harapan hatiā.
Ia juga memakai rosario.
Empat warna jas hujan dari Luce, Fe, Xin dan Sky melambangkan semua manusia dari empat penjuru dunia
Setiap Keuskupan mempunyai cara-cara tersendiri untuk merayakan tahun yang penuh dengan pengharapan ini. Berikut adalah panduan dari Keuskupan Agung Melbourne yang bisa di download untuk keperluan pribadi.
Musik & Lagu : Francesco Meneghello
Terj. Bhs. Indonesia : RD. Pius Novrin Arimurthi Tersedia
Do = F; 4/4
Tempo : 69 MM (dengan yakin)
Reff:
Api hidup lambang harapanku kulambungkan madah bagi-Mu Rahim kehidupan abadi dalam ziarah aku berserah
1. Tiap bahasa kaum dan bangsa dalam Sabda temukan cahaya
Anak-anak yang tercerai berai dirangkul Putra-Mu terkasih
2. Allah Mahakasih menjaga terbit fajar penuh harapan
Langit bumi diperbaharui Roh yang hidup menembus penghalang
3. Bangkitlah dan bergeraklah. Sebab Tuhan kita tālah datang
Putra Allah menjadi manusia membuka jalan kesālamatan