SIKLUS HIDUP

Oleh Mina Munanto

Menghadiri 40 hari ayah dari seorang teman, mengingatkan bahwa hidup ini tidak terduga. Hari ini sehat, esok hari mungkin sudah didalam peti. Memang kehidupan ini banyak kejutan kejutan yang kadang membuat kita bahagia tidak terhingga, kadang juga sakit sampai menyesakkan dada. Hampir tidak ada yang hidupnya baik baik terus, lurus terus tanpa tanjakan atau tikungan terjal. Semua ada siklusnya.

Pesan yang teman saya dapat dari ayahnya, bagus sekali. Karena hidup susah (hard time) membuat ayahnya harus berusaha keras, menjadikan beliau kuat (strong man). Karena strong man terus berusaha, akhirnya menciptakan kehidupan yang baik (good time). Good time untuk keluarga dan akan diwariskan keanak anaknya. tapi hidup nyaman kadang membuat anak anak jadi terlena dan membuat dia jadi lemah (weak man). kalau mereka tidak hati hati akan kembali mengalami hidup susah (hard time).

Pasti semua sudah pernah lihat buah strawberry, warnanya merah cantik dan sangat menarik, tapi sangat rapuh. Generasi muda sekarang dijuluki ‘generasi strawberry’.. diluar kelihatan baik baik dan sangat bagus, tetapi bila ada tekanan sedikit langsung terluka dan menyerah. Mereka tidak setangguh orang jaman dulu, dimana semua serba susah dan perlu perjuangan untuk mendapatkan sesuatu. Mungkin kita sebagai orang tua juga ada salahnya, terlalu memanjakan anak dan menjaga mereka seperti gelas kristal. Padahal kehidupan dunia ini sangat kejam, karena iblis terus berusaha untuk menguasai manusia.

Didikan orang barat mungkin ada baiknya juga, anak anak mereka didik untuk mandiri, dari kecil. Kita lihatnya seperti anak tidak pernah diurus, umur 3-4 sudah makan sendiri, umur 15-16 saja sudah bekerja paruh waktu. Ada juga beberapa anak yang sudah bekerja, keluar dari rumah dan tinggal bersama temannya. Beberapa anak muda Indonesia, kuliah saja masih papa mama yang sibuk, urus universitas atau cari tempat kost.

Pekerjaan rumah untuk kita semua, mengajar anak anak untuk keluar dari zona nyaman, tidak terlena dengan apa yang sudah ada dan selalu tersedia. Jangan sampai ‘good time’ yang diwariskan membuat anak kita menjadi ‘weak man’ dan akhirnya membuat mereka menghadapi ‘hard time’ lagi.

Tags:

Comments are closed

Latest Comments